Selasa, 15 Mei 2012

Operator Resolusi Lingkup c++

0 komentar
5.4. Operator Resolusi Lingkup

Pada C++ terdapat operator dua buah tanda titik-dua ( :: ). Operator ini disebut operator resolusi lingkup (scope resolution). Kegunaanya untuk mengakses variabel yang didefinisikan diluar suatu fungsi.

Contoh program :

//*---------------------------------------------------------*

//* Contoh 5.6 : Pemakaian operator resolusi *

//* lingkup ( :: ) *

//*---------------------------------------------------------*

#include < iostream.h>

#include <conio.h>

int x = 50; // Variabel eksternal

void main()

{

double x; // Definisi variabel lokal

clrscr();

x = 5.678901234; // Variabel lokal yang diberi nilai

cout << x << “ “ << ::x << endl;

::x = 77; // Variabel eksternal yang diberi nilai

cout << x << “ “ << ::x << endl;

}


Hasil eksekusi :



                  5.6789            50
                  5.6789      77
 


Program diatas mengungkapkan bahwa sekalipun didalam suatu fungsi terdapat variabel yang namanya sama dengan nama variabel eksternal, kedua variabel tersebut tetap bisa diakses.

Lingkup variabel c++

0 komentar

5.3. Lingkup variabel

Lingkup variabel menentukan keberadaan suatu variabel tertentu dalam fungsi. Ada variabel yang hanya dikenal di suatu fungsi dan tidak dikenal pada fungsi lain. Namun ada juga variabel yang dapat diakses oleh semua fungsi. 

Variabel Otomatis

Variabel yang didefinisikan di dalam suatu fungsi berlaku sebagai variabel lokal bagi fungsi. Artinya, variabel tersebut hanya dikenal didalam fungsi tempat variabel didefinisikan.

Contoh program :

//*---------------------------------------------------------*

//* Contoh 5.2 : Memperlihatkan efek variabel *

//* otomatis (lokal) *

//*---------------------------------------------------------*

#include < iostream.h>

#include <conio.h>

void alpha(); // Prototipe fungsi

void main()

{

int x = 22; // Variabel lokal pada main()

double y = 2.22;

clrscr();

cout << “ Pada main() : x = “ << x

<< “ y = “ << y << endl;

alpha(); // Panggil fungsi alpha

cout << “Pada main() : x = “ << x

<< “ y = “ << y << endl;

}



// Definisi fungsi alpha()



void alpha()

{

int x = 20; // Variabel lokal pada alpha()

double y = 3.14;

cout << “Pada alpha() : x = “ << x

<< “ y = “ << y << endl;

} 
Hasil ekseskusi :
                        Pada main() : x = 22   y = 2.22
                        Pada alpha() : x = 22   y = 3.14
                        Pada main() : x = 22   y = 2.22



 
 





Tampak bahwa perubahan x dan y pada alpha() tidak mempengaruhi variabel bernama sama pada main(). Karena variabel-variabel tersebut bersiafat lokal bagi masing-masing fungsi yag mendefinisikannya. Variabel x dan y pada fungsi alpha() yang disebut sebagai variabel otomatis. 
 
Variabel Eksternal

Variabel eksternal adalah variabel yang didefinisikan diluar fungsi manapun. Variabel ini dikenal juga sebagai variabel global, sebab variabel ini dikenal disemua fungsi.

Contoh program :

//*---------------------------------------------------------------*

//* Contoh 5.3 : Pemakaian Variabel eksternal *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

int oblade = 550; // Variabel eksternal

void tambah(); // Prototipe fungsi

void main()

{

clrscr();

cout << oblade << endl;

tambah();

cout << oblade << endl;

tambah();

cout << oblade << endl;

}

// Definisi fungsi

void tambah ()

{

oblada ++ ; // Variabel eksternal dinaikkan

}

 551
 552
 553
 
Hasil eksekusi :





Guna memeperjelas suatu variabel didalam suatu fungsi yang menggunakannya dapat mendeklarasikan (bukan mendefinisikan, karena tidak ada pengalokasian memori) dengan menambahkan kata extern didepan tipa data.

Contoh program :

//*------------------------------------------------------------*

//* Contoh 5.4 : Pemakaian Variabel eksternal *

//* dengan tambahan kata extern *

//*------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

int oblade = 550; // Variabel eksternal

void tambah(); // Prototipe fungsi

void main()

{

clrscr();

cout << oblade << endl;

tambah();

cout << oblade << endl;

tambah();

cout << oblade << endl;

}

// Definisi fungsi

void tambah ()

{

extern oblade;

oblada ++ ; // Variabel eksternal dinaikkan

}


Variabel Statis

Variabel eksternal maupun otomatis dapat berkedudukan sebagai variabel statis. Suatu variabel statis mempunyai sifat :

- Jika variabel lokal berdiri sebagai variabel satatis, maka :

- Variabel tetap hanya dapat diakses pada fungsi yang mendefinisikannya

- Variabel tidak hilang saat eksekusi fungsi berakhir

- Inisialisasi oleh pemrogram akan dilakukan sekali saja selama program dijalankan.

- Jika variabel eksternal dijadikan sebagai variabel statis,variabel ini dapat diakses oleh semua file yang didefinisikan pada file yang sama dengan variabel eksternal tersebut.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 5.5 : Menunjukkan efek variabel satatis *

//*-----------------------------------------------------------*

#include<iostream.h>

#include <conio.h>

void saya_ingat(); // Prototipe fungsi

void main()

{

int mana = 50;

clrscr();

saya_ingat();

saya_ingat();

saya_ingat();

cout << “ main() : mana = “ << mana << endl;

}

// Pada fungsi berikut

// mana didefinisikan sebagai variabel statis

void saya_ingat()

{

static int mana = 77; // variabel statis

mana ++; // Naikkan sebesar 1

cout << “ Saya_ingat () : mana = “ << mana << endl;

}

Saya_ingat ()  : mana = 78
Saya_ingat ()  : mana = 79
Saya_ingat ()  : mana = 80
  main()        : mana = 50
 
Hasil eksekusi :






Berdasarkan hasil diatas, terlihat bahwa variabel statis mana pada fungsi saya_ingat () hanya diinisialisasi (bernilai 77) sekali saja. Kemudian setiap kali saya_ingat () dipanggil nilai variabel tersebut dinaikkan sebesar 1.

Fungsi tanpa Nilai Balik c++

1 komentar
5.2. Fungsi tanpa Nilai Balik

Adakalanya suatu fungsi tidak perlu memiliki nilai balik. Misalnya fungsi yang hanya dimaksudkan untuk menampilkan suatu keterangan saja.pada funsi seperti ini, tipe nilai balik fungsi yang diperlukan adalah void.]

Contoh :

void tampilkan_judul ()

{

cout << “PT. Aria perkasa Manunggal” << endl;

cout << “Jl. Kertadipura Tenggara 27R” << endl;

cout << “Kudus” << endl;

}

pada contoh funsi diatas, tidak ada pernyataan return, mengingat fungsi tidak memiliki nilai balik. Namaun penggunaan pernyataan return secara eksplisit juga diperkenenkan. Dalam hal ini digunakan berbentuk :

return

saja.

Jadi contoh diatas dapat ditulis :

void tampilkan_judul ()

{

cout << “PT. Aria perkasa Manunggal” << endl;

cout << “Jl. Kertadipura Tenggara 27R” << endl;

cout << “Kudus” << endl;

return; }

Definisi Fungsi c++

0 komentar
5.1. Definisi Fungsi

Setiap fungsi yang dipanggil didalam program harus didefinisikan. Letaknya dapat dimana saja.

Contoh definisi kuadrat() :

// Prototipe funsi

long kuadrat (long 1);

-------------------------------------

// Definisi fungsi

long kuadrat(long 1)

{

return(1 * 1);

}

Pernyataan return di dalam fungsi digunakan untuk memeberikan nilai balik fungsi. Pada contoh diatas, fungsi kuadrat() memberikan nilai balik berupa nilai kuadrat dari argumen.

Contoh program :

//*------------------------------------------------------------*

//* Contoh 5.1 : Pembuatan fungsi dengan argumen *

//* bertipe long dan nilai balik berupa *

//* long *

//*------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

long kuadrat(long1); // prototipe fungsi

void main()

{

clrscr();

for ( long bil = 200; bil < 2000; bil+= 200 )

cout << setw(8) << bil

<< setw(8) << kuadrat(bil) << endl;

}

// Definisi fungsi
 
long kuadrat(long 1)

{

return( 1 * 1 );

}


  200        40000
  400      160000
  600      360000
  800      640000
1000    1000000
1200        1440000
1400        1960000
1600        2560000
1800    3240000
 
Hasil eksekusi :








Pernyataan Continue c++

1 komentar

4.6. Pernyataan Continue

Kegunaan dari continue dipakai untuk mengarahkan eksekusi ke putaran atau iterasi berikutnya pada pernyataan pengulangan. Efek dari dari perintah ini pada for, while dan do-while :

- Pada for :

Ungkapan ke tiga pada for (ungkapan terkanan yang terletak didalam ( ) pada for ) akan dijalankan dan kemudian ungkapan ke dua diuji lagi.

- Pada while dan do-while :

Pengujian terhadap ungkapan pada while dilakkan kembali.

Contoh menunjukan efek continue pada for :

//*-------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.8 : Melihat efek continue pada for *

//*-------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int bil;

clrscr();

for ( bil = 0; bil < 10; bil++)

{

cout << bil << ‘ ‘ ;

continue;

cout << “Perhatikan apakah saya muncul” << endl;

}

}



0  1  2  3  4  5  6  7  8  9
 
Hasil eksekusi :




Pernyataan : cout << “Perhatikan apakah saya muncul “ << endl; 
Tidak pernah tersentuh (hal ini akan dilaporkan sewaktu pengompilasian program), sebab continue menyebabkab bil++ diproses dan bil < 10 diuji kembali.

Contoh program penggunaan continue pada while :

//*----------------------------------------------------*

//* Contoh 4.9 : Pengunaan continue pada *

//* while *

//*----------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int pencacah; // Manyatakan banyaknya nilai

float nilai; // Menyatakan nilai yang dimasukkan

float total; // Menyatakan total dari nilai

clrscr();

cout << “Menghitung nilai rata-rata “ <<endl;

cout << “Akhiri dengan memasukkan nilai negatif “ << endl ;

pencacah = 0; // Mula-mula diisi dengan nol

total = 0;

while ( 1 ) // Ungkapan selalu benar

{

cout << “Nilai ke- “ << pencacah + 1 << “ = “;

cin >> nilai ; // Baca nilai

if (nilai > 100)

{

cout << “ Nilai diatas diabaikan” << endl;

continue; // Ulangi keawal while

}

if ( nilai < 0 )

break; // keluar dar while

pencacah ++; // Naikkan pencacah sebesar 1

total += nilai ; // Tambahkan nilai ke total

}

cout << “Jumlah nilai = “ << pencacah << endl;

cout << “ Nilai rata-rata = “ << total / pencacah << endl;

} 

Menghitung nilai rata-rata
Akhiri dengan memasukkan nilai negatif
Nilai ke-1 = 50 ¿
Nilai ke-2 = 60 ¿
Nilai ke-3 = 700 ¿
Nilai diatas diabaikan
Nilai ke-3 = 70 ¿
Nilai ke-4 = -1 ¿
Jumlah nilai    = 3
Nilai rata-rata = 60



 
Hasil eksekusi :











4.7. Menghentikan Program dengan exit()

Suatu eksekusi program dapat dihentikan melalui pemanggilan funsi exit(). Hal ini dapat dilakukan jika dalam sebuah program ada suatu eksekusi kondisi yang tidak dikehendaki.

exit (nilai_keluar);
 
Bentuk pemakaian exit() :



nilai_keluar dapat disi dengan dengan 0 sampai dengan 255. Umumnya jika program dapat melakukan tugasnya dengan bauk maka nilain keluarnya adalah 0. nilai keluar tidak sama dengan nol untuk menyatakan suatu kesalahan.

Contoh program :

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.10 : Penggunaan exit() *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <ctype.h> // Untuk toupper()

#include <stdlib.h> // Untuk exit()

void main()

{

char jawab;

cout << “ Y = ya, T = Tidak. Pilihan ( Y/T ) : “ ;

for ( ; ; )

{

// Baca tombol dan ubah ke hurf kapital

jawab = toupper(getch());

if ((jawab = = ‘Y’) || (jawab = = ‘T’))

{

cout << jawab << endl;

if ( jawab = = ‘Y’)

exit(1);

else

exit(0);

}

}

}

Rabu, 09 Mei 2012

Pernyataan for c++

0 komentar
4.5. Pernyataan for

Pernyataan for berguna untuk menggulang pengeksekusian terhadap satu atau sejumlah pernyataan. 

Bentuk format :

for (ungkapan1; ungkapan2; ungkapan3)
pernyataan;


Contoh program :

//*-------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.7 : Menampilkan bilangan genap *

//* yang nilainya kurang atau sama *

//* dengan n dan ditampilkan dari *

//* terbesar sampai nol *

//*-----------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int n;

clrscr();

cout << “Menampilkan bilangan genap yang nilainya “<< endl;

cout <<” kurang atau sama dengan n “ << endl;

cout << “Masukkan nilai n = “ ;

cin >> n;

// Jika n ganjil, maka dikurangi 1

if ( n % 2)

n --;

// tampilkan deret bilangan genap dari besar ke kecil

for ( ; n >= 0; n -= 2 )

cout << n << ‘ ‘;

}

Hasil eksekusi :  

Menampilkan bilangan genap yang nilainya

kurang atau sama dengan n

Masukkan nilai n = 11 

10 8 6 4 2 0

Pada program diatas terdapat :

n --; ungkapan kosong

for ( ; n >= 0; n -= 2 )

sama artinya dengan :

for (n -- ; n >= 0 ; n - = 2 )

for bersarang ( Nested for )

Pada aplikasi tertentu, terkadang kita menggunakan pernyataan for yang juga berada dalam pernyataan for.

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.7 : Memebentuk segitiga yang berisi *

//* karakter ‘ * ‘ dengan menggunakan *

//* for didalam for *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int tinggi, // Menyatakan tinggi segi tiga

baris, // Pencacah untuk baris

kolom; // Pencacah untuk kolom

clrscr();

cout << “ Tinggi segitiga = “ ;

cin >> tinggi;

cout << endl; //Membuat baris kosong

for (baris = 1; kolom <= baris; kolom ++ )

{

for (klom = 1; kolom <= baris ; klom ++ )

cout << ‘ * ‘ ;

cout << endl ; // Pindah baris

}

}


Hasil eksekusi : 

Tinggi segitiga = 5 

*

**

***

****

*****




Pernyataan while c++

1 komentar

4.3. Pernyataan while

Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Bentuk pernyataan while :

while (ungkapan);
pernyataan;


Pernyataan bisa berupa pernyataan majemuk, sehingga bentuknya bisa seperti : 

while (ungkapan);

{

pernyataan1;
pernyataan2;
……
pernyataanN;

}

Bagian pernyataan yang mengikuti while akan dieksekusi selama ungkapan pada while bernilai benar (tidak sama dengan nol). Pengujian terhadap ungkapan while dilakukan sebelum bagian pernyataan.

Contoh program :

//*----------------------------------------------------*

//* Contoh 4.5 : pemakaian while untuk *

//* menampilkan tulisan C++ *

//* sebanyak 10 kali *

//*---------------------------------------------------- *

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int i; // Sebagai variabel pencacah yang menyatakan

// jumlah tulisan C++ yang harus ditampilkan

clrscr(); // Hapus layar

i = 0; // Mula-mula diisi sama dengan nol

while ( i < 10 )

{

cout << “ C++ ” << endl;

i ++ ; // Menaikkan pencacah sebesar 1

}

}

Hasil eksekusi : 

C++ 

C++
 
C++

C++

C++

C++

C++

C++

C++

C++

Pada program diatas, variabel i bertindak sebagai pencacah yang gunanya untuk mengingat jumlah tulisa C++ yang telah ditampilkan. Itulah sebabnya mula-mula didisi dengan nol. Kemudian untuk setiap putaran, isi variabel ini dinaikkan. Oleh karena variabel i dijadikan sebagai kondisi pada while, suatu ketika ketika kondisi i<10 akan bernilai salah, maka while berakhir.


4.4. Pernyataan do-while 

Format :

do

{

pernyataan1;

pernyataan2;

….

pernyataanN;

} while (ungkapan)

Bagian pernyataan1 hingga pernyataanN dijalankan secara berulang sampai ungkapan bernilai salah (sama dengan nol). Namn berbeda dengan while, pengujian ungkapan dilakukan dibelakang (setelah bagian peryataan).

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------*

//* Contoh 4.6 : pemakaian do-while untuk *

//* menampilkan tulisan C++ *

//* sebanyak 10 kali *

//*---------------------------------------------------- *

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int i; // Sebagai variabel pencacah yang menyatakan

// jumlah tulisan C++ yang harus ditampilkan

clrscr(); // Hapus layar

i = 0; // Mula-mula diisi sama dengan nol

do

{

cout << “ C++ ” << endl;

i ++ ; // Menaikkan pencacah sebesar 1

} while ( i < 10 );

}

Pernyataan switch c++

0 komentar

4.2. Pernyataan switch

switch adalah pernyataan yang digunakan untuk menjalankan salah satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, berdasarkan nilai dari sebuah ungkapan dan nilai penyeleksi.

Kaidah umum pernyataan switch :
switch (ungkapan)

{

case ungkapan1;

pernyataan_1;

break;

case ungkapan2;

pernyataan_2;

break;

……….

default : /*Opsinal*/

pernyataan_x; /*Opsinal*/

}

Pada pernyataan switch, ungkapan dapat berupa ungkapan, konstanta ataupun variabel. Adapun ungkapan1, ungkapan2 dan seterusnya dapat berupa sembarang konstanta bertipe int atau char.

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.4 : Pemakaian switch untuk menentukan *

//* nama hari *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int kode_hari;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Menentukan Hari”” << endl;

cout << “1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

cout << “2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

cout << “Kode hari [1..7] : “ ;

cin >> kode_hari;

// Proses seleksi dengan switch

switch (kode_hari)

{

case 1:

cout << “Senin” << endl;

break;

case 2 :

cout << “Selasa” << endl;

break;

case 3 :

cout << “Rabu” << endl;

break;

case 4 :

cout << “Kamis” << endl;

break;

case 5 :

cout << “Jum’at” << endl;

break;

case 6 :

cout << “Sabtu” << endl;

break;

case 7 :

cout << “Minggu” << endl;

break;

default :

cout << “Kode hari salah” << endl;

break;

} // akhir switch

}

Hasil eksekusi : 

Menentukan Hari

1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu

2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu

Kode hari [1..7] : 2 

Selasa .

Kehadiran break pada setiap case sangat penting. Sebab break akan menyebabkan keluar dari switch.

Pernyataan Dasar c++

1 komentar
4.1. Pernyataan if

Pernyataan if dapat dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ada dua macam :
  • if 
  • if else 

Pernyataan if sederhana

if (kondisi)

pernyataan ernyataan if paling sederhana berbentuk :
  • Kondisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan
  • Pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan-pernyataan majemuk. 
Penerapan if misalnya untuk menentukan seseorang boleh atau tidak menonton pertunjukkan bioskop. Kondisi yang digunakan seseorang boleh menonton kalau sudah berusia 17 tahun.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.1 : Penggunaan if dalam pengambilan *

//* keputusan *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int usia;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Berapa usia anda ? “;

cin >> usia;

if (usia < 17)

cout << “ Anda tidak diperkenankan menonton” << endl;

}

Hasil eksekusi : 

Barapa usia anda ? 16 

Anda Tidak diperkenankan menonton


Apabila program dieksekuisi lagi untuk memasukkan usia diatas 17 maka : 

Tampak diatas bila dimasukkan usia diatas 17 maka pesan tidak akan ditampilkan. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan kondisi if else.

Barapa usia anda ? 21 

P

if (kondisi)

Pernyataan 1;

else

Pernyataan 2;


ernyataan if else

Pernytaan if else mempunyai bentuk sebagai berikut :

Untuk if else kita dapat menggunakan contoh 4.1 untuk melihat perbedaan dengan if sederhana.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.2 : Penggunaan if else dalam *

//* pengambilan keputusan *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int usia;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Berapa usia anda ? “;

cin >> usia;

if (usia < 17)

cout << “ Anda tidak diperkenankan menonton” << endl;

else

cout << “ Selamat menonton” << endl;

}

Hasil eksekusi : 
Barapa usia anda ? 16 

Anda Tidak diperkenankan menonton

Apabila kita memasukkan umur lebih dari 17 maka hasil eksekusi yang didapat adalah :

Barapa usia anda ? 21 

Selamat menonton

Pernyataan if dalam if

P

if (kondisi1)

pernyataan1;

else if (kondisi2)

pernyataan2;

else if (kondisi3)

pernyataan3;

if (kondisiM)

pernyataanM;

else /*Opsional*/

pernyataanN; /*Opsional*/ ernyataan if yang terletak dalam if sering disebut nested if atau if bersarang. Salah satu bentuknya adalah :

Bentuk pernyatan if seperti ini bermanfaat untuk menyeleksi sejumlah kemungkinan tindakan. Penyeleksian dilakukan secara bertingkat.

Contoh program :

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.3 : Pemakaian if bertingkat untuk *

//* menentukan nama hari *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main ()

{

int kode_hari;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Menentukan hari “ << endl;

cout << “1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

cout << “2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

cout << “Kode hari [1..7] : “ ;

cin >> kode_hari;

// Proses seleksi;

if (kode_hari = = 1)

cout << “Senin” << endl;

if (kode_hari = = 2)

cout << “Selasa” << endl;

if (kode_hari = = 3)

cout << “Rabu” << endl;

if (kode_hari = = 4)

cout << “Kamis” << endl;

if (kode_hari = = 5)

cout << “Jum’at” << endl;

if (kode_hari = = 6)

cout << “Sabtu” << endl;

if (kode_hari = = 7)

cout << “Minggu” << endl;

else

cout << “Kode hari salah” << endl;

}

Hasil eksekusi : 

Menentukan hari

1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

Kode hari [1..7] : 2 

Selasa

rogram diatas pertama-tama meminta kode hari dimasukkan dari keyboard. Kemudian if dan else secara bertingkat akan menyeleksi nilai tersebut dan memeberikan nama hari. Bila anda memasukkan kode hari yang salah maka : 

P

Menentukan hari

1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

Kode hari [1..7] : 9 

Kode hari salah




Selasa, 08 Mei 2012

Pemakaian setiosflag() c++

2 komentar

Pemakaian setiosflag()

Manipulator setiosflag() merupakan manipulator yang dapat dipakai untuk mengontrol sejumlah tanda format yang tercantum dalam tebel berikut :









  
Tanda Format
Keterangan
ios::left
Menyetel rata kiri terhadap lebar feeld yang diatur melalui setw()
ios::rigth
Menyetel rata kanan terhadap lebar feeld yang diatur melalui setw()
ios::scientific
Menformat keluaran dalam notasi eksponensial
ios::fixed
Menformat keluaran dalam bentuk notasi desimal
ios::dec
Menformat keluaran dalam basis 10 (desimal)
ios::oct
Memformat keluaran basisi 8 (oktal)
ios::hex
Memformat huruf dalam basis 16 (heksadesimal)
ios::uppercase
Memformat huruf pada notasi heksadesimal dalam bentuk huruf kapital
ios::showbase
Manmpilkan awalan 0x untuk bilanagan heksadesimal atau 0 (nol) untuk bilangan oktal
ios::showpoint
Menampilkan titik desimal pada bilangan pecahan yang tidak memiliki bagian pecahan
ios::showpos
Untuk menampilkan tanda + pada bilangan positif

Manipulator setprecision()

Apabila anda bekerja dalam bilangan pecahan, Anda juga mengatur jumah digit pecahan yang ingin ditampilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan manipulator setprecision(). Bentuknya :

setprecision(n)

dengan n menyatakan jumlah digit pecahan yang diinginkan.

Sebagai contoh :

cout << setprecision(2) << 123.56789 << endl;

akan menapilkan :

123.57

bagian pecahan terdiri atas dua digit sesuai dengan argumen pada setprecision().



Contoh Program :

//*-------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.5 : Menunjukkan efek manipulator *

//* setprecisoin() *

//*-----------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <iomanip.h>

void main()

{

float nilai = 123.45;

clrscr();

cout << setiosflags(ios::fixed);
cout << setprecision(0) << nilai << endl;
cout << setprecision(1) << nilai << endl;
cout << setprecision(2) << nilai << endl;
cout << setprecision(3) << nilai << endl;cout << setprecision(4) << nilai << endl;
cout << setprecision(5) << nilai << endl;
cout << setprecision(6) << nilai << endl;
cout << setprecision(7) << nilai << endl;

}

Hasil eksekusi :

123

123.4

123.45

123.450

123.4500

123.45000

123.449997

123.4499969


Contoh berikut menunjukkan hasil bila setw() dipakai tetapi ios::fixed tidak diikut sertakan.

//*---------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.6 : Menunjukkan efek setprecision() *

//* tanpa tanda format ios::fixed *

//*---------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <iomanip.h>

void main()

{

float nilai = 123.45;

clrscr(); // Hapus layar

cout << setprecision(0) << nilai << endl;

cout << setprecision(1) << nilai << endl;

cout << setprecision(2) << nilai << endl;

cout << setprecision(3) << nilai << endl;

cout << setprecision(4) << nilai << endl;

cout << setprecision(5) << nilai << endl;

cout << setprecision(6) << nilai << endl;

cout << setprecision(7) << nilai << endl;

}

Hasil eksekusi : 

1e+02

1e+02

1.2e+02

123

123.4

123.45

123.45

123.45


3.3. cin

Obyek cin bermanfaat untuk untuk membaca data dari standart input (normalnya adalah keyboard).

cin dengan sebuah variabel

cin >> var

Bentuk pernyataan cin untuk membaca data dari keyboard dan meletakkan ke sebuah variabel variabel bernama var :

Contoh program yang menunjukkan penmakaian cin untuk membaca data bertipe int dan float. 

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.7 : Membaca data bertipe int dan *

//* float dari keyboard *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

void main ()

{

int bil_x ; // Definisi bilangan bulat

float bil_y ; // Definisi bilangan pecahan

cout << “Masukkan sebuah bilangan bulat = “ ;

cin >> bil_x ;

cout << “Masukkan sebuah bilangan pecahan = “ ;

cin >> bil_y;



cout << “ Bilangan Bulat = “ << bil_x << endl;

cout << “ Bilangan Pecahan = “ << bil_y << endl;

}

Hasil eksekusi :  

Masukkan sebuah bilangan bulat = 123

Masukkan sebuah bilangan pecahan = 23.1

Bilangan Bulat = 123

Bilangan Pecahan 23.1

Tampak bahwa bentuk perintah untuk membaca data bertipe int ataupun float sama saja. Hal ini berlaku untuk semua jenis data dasar ( char, int, long, float ataupun double).

Salah satu manfaat dari adanya fasilitas pemasukkan dari keyboard adalah memungkinkan untuk membuat program yang membaca data yang berubah-ubah.

cin dengan lebih dari satu variabel

Bentuk cin dapat juga sebagai berikut :

cin >> bil_x >> bil_y ;

Pada contoh ini kedua bilangan dapat bilangan dapat dimasukkan dari keyboard dengan pemisah berupa spasi, tab atau enter.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.8 : Untuk membaca data dengan lebih *

//* dari satu variabel *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

void main ()

{

int bil_x ; // Definisi bilangan bulat

float bil_y ; // Definisi bilangan pecahan

cout << “Masukkan sebuah bilangan bulat dan “ << endl;

cout << “Masukkan sebuah bilangan pecahan “ << endl ;

cin >> bil_x >> bil_y;



cout << “ Bilangan Bulat = “ << bil_x << endl;

cout << “ Bilangan Pecahan = “ << bil_y << endl;

}

Hasil eksekusi :  

Masukkan sebuah bilangan bulat dan

Masukkan sebuah bilangan pecahan 20 23.2 ¿

Bilangan Bulat = 20

Bilangan Pecahan 23.2


cin untuk membaca karakter

cin juga dapat dipakai untuk membaca sebuah karakter. Sebagai contoh :

//*------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.9 : Membaca karakter dengan cin *

//*------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

void main ()

{

char karakter;

clrscr();

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

cin >> karakter;

cout << “Anda mengetik “ << karakter << endl;

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

cin >> karakter;

cout << “Anda mengetik “ << karakter << endl;
}

Hasil eksekusi :

Masukkan sebuah karakter a ¿

Anda mengetik a

Masukkan sebuah karakter b ¿

Anda mengetik b 

Tampak pada contoh program diatas, untuk setiap karakter yang dimasukkan harus diakhiri dengan enter (¿ ). Penekanan enter pada pemasukkan sebuah karakter terkadang tidak dikehendaki oleh pemakai. Jika demikian, anda dapat menggunakan fungsi getch() ataupun getche().

3.4. Fungsi getc() dan getche()
karakter = getch()

karakter = getche()

Fungsi getc() dan getche() berguna untuk membaca sebuah karakter tanpa perlu menekan enter. Selain itu, fungsi ini juga dapat dipakai untuk membaca tombol seperti spasi, tab ataupun enter.

Bentuk pemakaiannya :

Perbedaan kedua fungsi ini adalah :

- getch() : tidak menampilkan karakter dari tombol yang ditekan

- getche() : menamilkan karakter dari tombol yang ditekan

Contoh program :

//*-------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.10 : Membaca karakter dengan getch() *

//*-------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

void main()

{

char karakter;

clrscr();

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

karakter = getch();

cout << “Anda mengetik “ << karakter << endl;

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

karakter = getch();

cout << ”Anda mengetik “ << karakter << endl;

}

Hasil eksekusi :

Masukkan sebuah karakter a 7 Tidak ditampilkan

Anda mengetik a

Masukkan sebuah karakter b 7 Tidak ditampilkan

Anda mengetik b

Sebuah getch() bisa pula dimanfaatkan untuk menunggu sembarang tombol ditekan. Pada keadaan seperti ini tidak perlu diletakkan ke variabel.

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.11 : getch() untuk memebaca sembarang *

//* tombol *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h >

#include <conio.h>

void main()

{

cout << “Tekanlah sembarang tombol” << endl;

cout << “Untuk mengakhiri program ini “ ;

getch();

}

Senin, 07 Mei 2012

Operasi Dasar Masukan & Keluaran c++

1 komentar
Operasi Dasar Masukan & Keluaran 

3.1. Cout

Dengan cout pemrogram dapat meletakkan suatu informasi ke standart output (normalnya berupa layar). Sebagai contoh, pernyatan berikut akan menampilkan tulisan “Pilihan Anda salah” dikuti dengan bunyi bel (speker) :

cout << “Pilihan Anda salah !\a\n”;

Untuk lebih jelasnya dapat memeperhatikan program dibawah ini :

Contoh program :

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.1 : Memperkenalkan cout dan *

//* membunyikan bel dengan *

//* karakter \a *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

void main()

{

cout << “Pilihan Anda Salah ! \a”;

}

3.2. Manipulator

Manipulator umumnya digunakan untuk mengatur tampilan data. Misalnya untuk mengatur agar suatu nilai ditampilkan dengan lebar 10 karakter dan diatur rat kanan terhadap lebar tersebut.
Manipulator endl

Manipulator endl digunakan untuk menyisipkan karakter newline. Dengan kata lain manipulato ini identik dengan ‘\n’.

Contoh program berikut menunjukkan penggunan endl.

Contoh program :

//*-------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.2 : Menampilkan 3 jumlah barang dan *

//* menggunakan manipulator endl *

//*-------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int jumbar1 = 150;

jumbar2 = 23;

jumbar3 = 1401;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Barang 1 = “ << jumbar1 << endl;

cout << “Barang2 = “ << jumbar2 << endl;

cout << “Barang3 = “ << jumbar3 << endl;

}


Hasil eksekusi :

  • Barang 1 = 150
  • Barang 2 = 23
  • Barang 3 = 1401

Manipulator setw()

Manipulator setw() bermanfaat untuk mangatur lebar dari suatu tampilan data. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam program berikut :

Contoh program :

//*-------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.3 : Manampilkan 3 buah barang dengan *

//* menggunakan manipulator setw() *

//*-------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomaip.h> // Untuk manipulator setw()

#include <conio.h>

void main()

{

int jumbar1 = 150;

jumbar2 = 23;

jumbar3 = 1401;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Barang 1 = “ << setw(4) << jumbar1 << endl;

cout << “Barang2 = “ << setw(4) << jumbar2 << endl;

cout << “Barang3 = “ << setw(4) << jumbar3 << endl;

}


Hasil eksekusi :

  • Barang 1 = 150
  • Barang 2 = 23
  • Barang 3 = 1401

Dengan menggunakan setw(), terlihat hasil eksekusi adalah rata kanan. Ini dapat di bedakan dengan hasil eksekusi pada contoh 3.2 yang rata kiri.

Manipulator setfill()

Manipulator setfill() berguna untuk mengatur karakter yang dipakai memenuhi bagian field yang ditentukan setw(), yang tidak dipakai untuk menampilkan data.

Untuk lebih jelas dapat melihat program berikut :

Contoh program :

//*-------------------------------------------------*

//* Contoh 3.4 : Pemakaian setfill() *

//*-------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

void main()

{

float harga = 123.45

clrscr();

cout << “ setw(8) << harga << endl;

cout << setfill(‘*’) ; // Karakter pemenuh  *

cout << setw(8) << harga << endl;

}


Hasil eksekusi :
  • 123.45
  • **123.45
Pada program diatas 123.45 ditampilkan dengan lebar 8 karakter dan didahului oleh 2 karakter spasi. Apabila terdapat pernyataan setfill(‘*’) maka 2 karakter spasi diisi oleh karakter ‘ * ‘ .

Fungsi Pustaka c++

0 komentar
2.7. Fungsi Pustaka

Dalam melakukan operasi seperti memeperoleh akar kuadrat ataupun memeperoleh logaritma alamiah dari suatu nilai. Pada C++ memang tidak terdapat operator-operator yang khusus untuk melaksanakan operasi-oerasi seperti itu. Tetapi tidak berarti C++ tidak dapat melakukan operasi itu. C++ menyediakan sejumlah fungsi pustaka (library fuctions) yang dirancang untuk memenuhi solusi dari berbagai persoalan.

Misalkan kita akan menghitung sebuah akar kuadrat, pemrogram bisa menggunakan fungsi sqrt(). Seperti contoh program berikut :

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.7 : Pemakaian pustaka fungsi sqrt() *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <math.h> // Perlu disertakan untuk funsi sqrt()

void main ()

{

clrscr();

cout << “Akar dari 27 = “ << sqrt(27) << ‘\n’;

}

Hasil eksekusi :
  • Akar dari 27 = 5.196152
Jika program ingin menggunakan fungsi pustaka, perlulah untuk mencatumkan deklarasi dari funsi bersangkutan. Untuk keperluan ini program mesti menyertakan baris :

#include <nama_file>

degan nama_file adalah nama header, yaitu file yang berakhiran .h. sebagai contoh program diatas menyertakan #include <math.h> disebabkan file header tersebut berisi deklarasi (prototipe) dari fungsi sqrt().