Rabu, 09 Mei 2012

Pernyataan for c++

0 komentar
4.5. Pernyataan for

Pernyataan for berguna untuk menggulang pengeksekusian terhadap satu atau sejumlah pernyataan. 

Bentuk format :

for (ungkapan1; ungkapan2; ungkapan3)
pernyataan;


Contoh program :

//*-------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.7 : Menampilkan bilangan genap *

//* yang nilainya kurang atau sama *

//* dengan n dan ditampilkan dari *

//* terbesar sampai nol *

//*-----------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int n;

clrscr();

cout << “Menampilkan bilangan genap yang nilainya “<< endl;

cout <<” kurang atau sama dengan n “ << endl;

cout << “Masukkan nilai n = “ ;

cin >> n;

// Jika n ganjil, maka dikurangi 1

if ( n % 2)

n --;

// tampilkan deret bilangan genap dari besar ke kecil

for ( ; n >= 0; n -= 2 )

cout << n << ‘ ‘;

}

Hasil eksekusi :  

Menampilkan bilangan genap yang nilainya

kurang atau sama dengan n

Masukkan nilai n = 11 

10 8 6 4 2 0

Pada program diatas terdapat :

n --; ungkapan kosong

for ( ; n >= 0; n -= 2 )

sama artinya dengan :

for (n -- ; n >= 0 ; n - = 2 )

for bersarang ( Nested for )

Pada aplikasi tertentu, terkadang kita menggunakan pernyataan for yang juga berada dalam pernyataan for.

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.7 : Memebentuk segitiga yang berisi *

//* karakter ‘ * ‘ dengan menggunakan *

//* for didalam for *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int tinggi, // Menyatakan tinggi segi tiga

baris, // Pencacah untuk baris

kolom; // Pencacah untuk kolom

clrscr();

cout << “ Tinggi segitiga = “ ;

cin >> tinggi;

cout << endl; //Membuat baris kosong

for (baris = 1; kolom <= baris; kolom ++ )

{

for (klom = 1; kolom <= baris ; klom ++ )

cout << ‘ * ‘ ;

cout << endl ; // Pindah baris

}

}


Hasil eksekusi : 

Tinggi segitiga = 5 

*

**

***

****

*****




Pernyataan while c++

1 komentar

4.3. Pernyataan while

Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Bentuk pernyataan while :

while (ungkapan);
pernyataan;


Pernyataan bisa berupa pernyataan majemuk, sehingga bentuknya bisa seperti : 

while (ungkapan);

{

pernyataan1;
pernyataan2;
……
pernyataanN;

}

Bagian pernyataan yang mengikuti while akan dieksekusi selama ungkapan pada while bernilai benar (tidak sama dengan nol). Pengujian terhadap ungkapan while dilakukan sebelum bagian pernyataan.

Contoh program :

//*----------------------------------------------------*

//* Contoh 4.5 : pemakaian while untuk *

//* menampilkan tulisan C++ *

//* sebanyak 10 kali *

//*---------------------------------------------------- *

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int i; // Sebagai variabel pencacah yang menyatakan

// jumlah tulisan C++ yang harus ditampilkan

clrscr(); // Hapus layar

i = 0; // Mula-mula diisi sama dengan nol

while ( i < 10 )

{

cout << “ C++ ” << endl;

i ++ ; // Menaikkan pencacah sebesar 1

}

}

Hasil eksekusi : 

C++ 

C++
 
C++

C++

C++

C++

C++

C++

C++

C++

Pada program diatas, variabel i bertindak sebagai pencacah yang gunanya untuk mengingat jumlah tulisa C++ yang telah ditampilkan. Itulah sebabnya mula-mula didisi dengan nol. Kemudian untuk setiap putaran, isi variabel ini dinaikkan. Oleh karena variabel i dijadikan sebagai kondisi pada while, suatu ketika ketika kondisi i<10 akan bernilai salah, maka while berakhir.


4.4. Pernyataan do-while 

Format :

do

{

pernyataan1;

pernyataan2;

….

pernyataanN;

} while (ungkapan)

Bagian pernyataan1 hingga pernyataanN dijalankan secara berulang sampai ungkapan bernilai salah (sama dengan nol). Namn berbeda dengan while, pengujian ungkapan dilakukan dibelakang (setelah bagian peryataan).

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------*

//* Contoh 4.6 : pemakaian do-while untuk *

//* menampilkan tulisan C++ *

//* sebanyak 10 kali *

//*---------------------------------------------------- *

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int i; // Sebagai variabel pencacah yang menyatakan

// jumlah tulisan C++ yang harus ditampilkan

clrscr(); // Hapus layar

i = 0; // Mula-mula diisi sama dengan nol

do

{

cout << “ C++ ” << endl;

i ++ ; // Menaikkan pencacah sebesar 1

} while ( i < 10 );

}

Pernyataan switch c++

0 komentar

4.2. Pernyataan switch

switch adalah pernyataan yang digunakan untuk menjalankan salah satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, berdasarkan nilai dari sebuah ungkapan dan nilai penyeleksi.

Kaidah umum pernyataan switch :
switch (ungkapan)

{

case ungkapan1;

pernyataan_1;

break;

case ungkapan2;

pernyataan_2;

break;

……….

default : /*Opsinal*/

pernyataan_x; /*Opsinal*/

}

Pada pernyataan switch, ungkapan dapat berupa ungkapan, konstanta ataupun variabel. Adapun ungkapan1, ungkapan2 dan seterusnya dapat berupa sembarang konstanta bertipe int atau char.

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.4 : Pemakaian switch untuk menentukan *

//* nama hari *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int kode_hari;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Menentukan Hari”” << endl;

cout << “1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

cout << “2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

cout << “Kode hari [1..7] : “ ;

cin >> kode_hari;

// Proses seleksi dengan switch

switch (kode_hari)

{

case 1:

cout << “Senin” << endl;

break;

case 2 :

cout << “Selasa” << endl;

break;

case 3 :

cout << “Rabu” << endl;

break;

case 4 :

cout << “Kamis” << endl;

break;

case 5 :

cout << “Jum’at” << endl;

break;

case 6 :

cout << “Sabtu” << endl;

break;

case 7 :

cout << “Minggu” << endl;

break;

default :

cout << “Kode hari salah” << endl;

break;

} // akhir switch

}

Hasil eksekusi : 

Menentukan Hari

1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu

2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu

Kode hari [1..7] : 2 

Selasa .

Kehadiran break pada setiap case sangat penting. Sebab break akan menyebabkan keluar dari switch.

Pernyataan Dasar c++

1 komentar
4.1. Pernyataan if

Pernyataan if dapat dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ada dua macam :
  • if 
  • if else 

Pernyataan if sederhana

if (kondisi)

pernyataan ernyataan if paling sederhana berbentuk :
  • Kondisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan
  • Pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan-pernyataan majemuk. 
Penerapan if misalnya untuk menentukan seseorang boleh atau tidak menonton pertunjukkan bioskop. Kondisi yang digunakan seseorang boleh menonton kalau sudah berusia 17 tahun.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.1 : Penggunaan if dalam pengambilan *

//* keputusan *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int usia;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Berapa usia anda ? “;

cin >> usia;

if (usia < 17)

cout << “ Anda tidak diperkenankan menonton” << endl;

}

Hasil eksekusi : 

Barapa usia anda ? 16 

Anda Tidak diperkenankan menonton


Apabila program dieksekuisi lagi untuk memasukkan usia diatas 17 maka : 

Tampak diatas bila dimasukkan usia diatas 17 maka pesan tidak akan ditampilkan. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan kondisi if else.

Barapa usia anda ? 21 

P

if (kondisi)

Pernyataan 1;

else

Pernyataan 2;


ernyataan if else

Pernytaan if else mempunyai bentuk sebagai berikut :

Untuk if else kita dapat menggunakan contoh 4.1 untuk melihat perbedaan dengan if sederhana.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.2 : Penggunaan if else dalam *

//* pengambilan keputusan *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int usia;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Berapa usia anda ? “;

cin >> usia;

if (usia < 17)

cout << “ Anda tidak diperkenankan menonton” << endl;

else

cout << “ Selamat menonton” << endl;

}

Hasil eksekusi : 
Barapa usia anda ? 16 

Anda Tidak diperkenankan menonton

Apabila kita memasukkan umur lebih dari 17 maka hasil eksekusi yang didapat adalah :

Barapa usia anda ? 21 

Selamat menonton

Pernyataan if dalam if

P

if (kondisi1)

pernyataan1;

else if (kondisi2)

pernyataan2;

else if (kondisi3)

pernyataan3;

if (kondisiM)

pernyataanM;

else /*Opsional*/

pernyataanN; /*Opsional*/ ernyataan if yang terletak dalam if sering disebut nested if atau if bersarang. Salah satu bentuknya adalah :

Bentuk pernyatan if seperti ini bermanfaat untuk menyeleksi sejumlah kemungkinan tindakan. Penyeleksian dilakukan secara bertingkat.

Contoh program :

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 4.3 : Pemakaian if bertingkat untuk *

//* menentukan nama hari *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main ()

{

int kode_hari;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Menentukan hari “ << endl;

cout << “1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

cout << “2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

cout << “Kode hari [1..7] : “ ;

cin >> kode_hari;

// Proses seleksi;

if (kode_hari = = 1)

cout << “Senin” << endl;

if (kode_hari = = 2)

cout << “Selasa” << endl;

if (kode_hari = = 3)

cout << “Rabu” << endl;

if (kode_hari = = 4)

cout << “Kamis” << endl;

if (kode_hari = = 5)

cout << “Jum’at” << endl;

if (kode_hari = = 6)

cout << “Sabtu” << endl;

if (kode_hari = = 7)

cout << “Minggu” << endl;

else

cout << “Kode hari salah” << endl;

}

Hasil eksekusi : 

Menentukan hari

1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

Kode hari [1..7] : 2 

Selasa

rogram diatas pertama-tama meminta kode hari dimasukkan dari keyboard. Kemudian if dan else secara bertingkat akan menyeleksi nilai tersebut dan memeberikan nama hari. Bila anda memasukkan kode hari yang salah maka : 

P

Menentukan hari

1 = Senin 3 = Rabu 5 = Jum’at 7 = Minggu “<< endl;

2 = Selasa 4 = Kamis 6 = Sabtu “ << endl;

Kode hari [1..7] : 9 

Kode hari salah




Selasa, 08 Mei 2012

Pemakaian setiosflag() c++

2 komentar

Pemakaian setiosflag()

Manipulator setiosflag() merupakan manipulator yang dapat dipakai untuk mengontrol sejumlah tanda format yang tercantum dalam tebel berikut :









  
Tanda Format
Keterangan
ios::left
Menyetel rata kiri terhadap lebar feeld yang diatur melalui setw()
ios::rigth
Menyetel rata kanan terhadap lebar feeld yang diatur melalui setw()
ios::scientific
Menformat keluaran dalam notasi eksponensial
ios::fixed
Menformat keluaran dalam bentuk notasi desimal
ios::dec
Menformat keluaran dalam basis 10 (desimal)
ios::oct
Memformat keluaran basisi 8 (oktal)
ios::hex
Memformat huruf dalam basis 16 (heksadesimal)
ios::uppercase
Memformat huruf pada notasi heksadesimal dalam bentuk huruf kapital
ios::showbase
Manmpilkan awalan 0x untuk bilanagan heksadesimal atau 0 (nol) untuk bilangan oktal
ios::showpoint
Menampilkan titik desimal pada bilangan pecahan yang tidak memiliki bagian pecahan
ios::showpos
Untuk menampilkan tanda + pada bilangan positif

Manipulator setprecision()

Apabila anda bekerja dalam bilangan pecahan, Anda juga mengatur jumah digit pecahan yang ingin ditampilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan manipulator setprecision(). Bentuknya :

setprecision(n)

dengan n menyatakan jumlah digit pecahan yang diinginkan.

Sebagai contoh :

cout << setprecision(2) << 123.56789 << endl;

akan menapilkan :

123.57

bagian pecahan terdiri atas dua digit sesuai dengan argumen pada setprecision().



Contoh Program :

//*-------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.5 : Menunjukkan efek manipulator *

//* setprecisoin() *

//*-----------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <iomanip.h>

void main()

{

float nilai = 123.45;

clrscr();

cout << setiosflags(ios::fixed);
cout << setprecision(0) << nilai << endl;
cout << setprecision(1) << nilai << endl;
cout << setprecision(2) << nilai << endl;
cout << setprecision(3) << nilai << endl;cout << setprecision(4) << nilai << endl;
cout << setprecision(5) << nilai << endl;
cout << setprecision(6) << nilai << endl;
cout << setprecision(7) << nilai << endl;

}

Hasil eksekusi :

123

123.4

123.45

123.450

123.4500

123.45000

123.449997

123.4499969


Contoh berikut menunjukkan hasil bila setw() dipakai tetapi ios::fixed tidak diikut sertakan.

//*---------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.6 : Menunjukkan efek setprecision() *

//* tanpa tanda format ios::fixed *

//*---------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <iomanip.h>

void main()

{

float nilai = 123.45;

clrscr(); // Hapus layar

cout << setprecision(0) << nilai << endl;

cout << setprecision(1) << nilai << endl;

cout << setprecision(2) << nilai << endl;

cout << setprecision(3) << nilai << endl;

cout << setprecision(4) << nilai << endl;

cout << setprecision(5) << nilai << endl;

cout << setprecision(6) << nilai << endl;

cout << setprecision(7) << nilai << endl;

}

Hasil eksekusi : 

1e+02

1e+02

1.2e+02

123

123.4

123.45

123.45

123.45


3.3. cin

Obyek cin bermanfaat untuk untuk membaca data dari standart input (normalnya adalah keyboard).

cin dengan sebuah variabel

cin >> var

Bentuk pernyataan cin untuk membaca data dari keyboard dan meletakkan ke sebuah variabel variabel bernama var :

Contoh program yang menunjukkan penmakaian cin untuk membaca data bertipe int dan float. 

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.7 : Membaca data bertipe int dan *

//* float dari keyboard *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

void main ()

{

int bil_x ; // Definisi bilangan bulat

float bil_y ; // Definisi bilangan pecahan

cout << “Masukkan sebuah bilangan bulat = “ ;

cin >> bil_x ;

cout << “Masukkan sebuah bilangan pecahan = “ ;

cin >> bil_y;



cout << “ Bilangan Bulat = “ << bil_x << endl;

cout << “ Bilangan Pecahan = “ << bil_y << endl;

}

Hasil eksekusi :  

Masukkan sebuah bilangan bulat = 123

Masukkan sebuah bilangan pecahan = 23.1

Bilangan Bulat = 123

Bilangan Pecahan 23.1

Tampak bahwa bentuk perintah untuk membaca data bertipe int ataupun float sama saja. Hal ini berlaku untuk semua jenis data dasar ( char, int, long, float ataupun double).

Salah satu manfaat dari adanya fasilitas pemasukkan dari keyboard adalah memungkinkan untuk membuat program yang membaca data yang berubah-ubah.

cin dengan lebih dari satu variabel

Bentuk cin dapat juga sebagai berikut :

cin >> bil_x >> bil_y ;

Pada contoh ini kedua bilangan dapat bilangan dapat dimasukkan dari keyboard dengan pemisah berupa spasi, tab atau enter.

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.8 : Untuk membaca data dengan lebih *

//* dari satu variabel *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

void main ()

{

int bil_x ; // Definisi bilangan bulat

float bil_y ; // Definisi bilangan pecahan

cout << “Masukkan sebuah bilangan bulat dan “ << endl;

cout << “Masukkan sebuah bilangan pecahan “ << endl ;

cin >> bil_x >> bil_y;



cout << “ Bilangan Bulat = “ << bil_x << endl;

cout << “ Bilangan Pecahan = “ << bil_y << endl;

}

Hasil eksekusi :  

Masukkan sebuah bilangan bulat dan

Masukkan sebuah bilangan pecahan 20 23.2 ¿

Bilangan Bulat = 20

Bilangan Pecahan 23.2


cin untuk membaca karakter

cin juga dapat dipakai untuk membaca sebuah karakter. Sebagai contoh :

//*------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.9 : Membaca karakter dengan cin *

//*------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

void main ()

{

char karakter;

clrscr();

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

cin >> karakter;

cout << “Anda mengetik “ << karakter << endl;

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

cin >> karakter;

cout << “Anda mengetik “ << karakter << endl;
}

Hasil eksekusi :

Masukkan sebuah karakter a ¿

Anda mengetik a

Masukkan sebuah karakter b ¿

Anda mengetik b 

Tampak pada contoh program diatas, untuk setiap karakter yang dimasukkan harus diakhiri dengan enter (¿ ). Penekanan enter pada pemasukkan sebuah karakter terkadang tidak dikehendaki oleh pemakai. Jika demikian, anda dapat menggunakan fungsi getch() ataupun getche().

3.4. Fungsi getc() dan getche()
karakter = getch()

karakter = getche()

Fungsi getc() dan getche() berguna untuk membaca sebuah karakter tanpa perlu menekan enter. Selain itu, fungsi ini juga dapat dipakai untuk membaca tombol seperti spasi, tab ataupun enter.

Bentuk pemakaiannya :

Perbedaan kedua fungsi ini adalah :

- getch() : tidak menampilkan karakter dari tombol yang ditekan

- getche() : menamilkan karakter dari tombol yang ditekan

Contoh program :

//*-------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.10 : Membaca karakter dengan getch() *

//*-------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

void main()

{

char karakter;

clrscr();

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

karakter = getch();

cout << “Anda mengetik “ << karakter << endl;

cout << “Masukkan sebuah karakter “;

karakter = getch();

cout << ”Anda mengetik “ << karakter << endl;

}

Hasil eksekusi :

Masukkan sebuah karakter a 7 Tidak ditampilkan

Anda mengetik a

Masukkan sebuah karakter b 7 Tidak ditampilkan

Anda mengetik b

Sebuah getch() bisa pula dimanfaatkan untuk menunggu sembarang tombol ditekan. Pada keadaan seperti ini tidak perlu diletakkan ke variabel.

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.11 : getch() untuk memebaca sembarang *

//* tombol *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h >

#include <conio.h>

void main()

{

cout << “Tekanlah sembarang tombol” << endl;

cout << “Untuk mengakhiri program ini “ ;

getch();

}

Senin, 07 Mei 2012

Operasi Dasar Masukan & Keluaran c++

1 komentar
Operasi Dasar Masukan & Keluaran 

3.1. Cout

Dengan cout pemrogram dapat meletakkan suatu informasi ke standart output (normalnya berupa layar). Sebagai contoh, pernyatan berikut akan menampilkan tulisan “Pilihan Anda salah” dikuti dengan bunyi bel (speker) :

cout << “Pilihan Anda salah !\a\n”;

Untuk lebih jelasnya dapat memeperhatikan program dibawah ini :

Contoh program :

//*------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.1 : Memperkenalkan cout dan *

//* membunyikan bel dengan *

//* karakter \a *

//*------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

void main()

{

cout << “Pilihan Anda Salah ! \a”;

}

3.2. Manipulator

Manipulator umumnya digunakan untuk mengatur tampilan data. Misalnya untuk mengatur agar suatu nilai ditampilkan dengan lebar 10 karakter dan diatur rat kanan terhadap lebar tersebut.
Manipulator endl

Manipulator endl digunakan untuk menyisipkan karakter newline. Dengan kata lain manipulato ini identik dengan ‘\n’.

Contoh program berikut menunjukkan penggunan endl.

Contoh program :

//*-------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.2 : Menampilkan 3 jumlah barang dan *

//* menggunakan manipulator endl *

//*-------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int jumbar1 = 150;

jumbar2 = 23;

jumbar3 = 1401;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Barang 1 = “ << jumbar1 << endl;

cout << “Barang2 = “ << jumbar2 << endl;

cout << “Barang3 = “ << jumbar3 << endl;

}


Hasil eksekusi :

  • Barang 1 = 150
  • Barang 2 = 23
  • Barang 3 = 1401

Manipulator setw()

Manipulator setw() bermanfaat untuk mangatur lebar dari suatu tampilan data. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam program berikut :

Contoh program :

//*-------------------------------------------------------------*

//* Contoh 3.3 : Manampilkan 3 buah barang dengan *

//* menggunakan manipulator setw() *

//*-------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomaip.h> // Untuk manipulator setw()

#include <conio.h>

void main()

{

int jumbar1 = 150;

jumbar2 = 23;

jumbar3 = 1401;

clrscr(); // Hapus layar

cout << “Barang 1 = “ << setw(4) << jumbar1 << endl;

cout << “Barang2 = “ << setw(4) << jumbar2 << endl;

cout << “Barang3 = “ << setw(4) << jumbar3 << endl;

}


Hasil eksekusi :

  • Barang 1 = 150
  • Barang 2 = 23
  • Barang 3 = 1401

Dengan menggunakan setw(), terlihat hasil eksekusi adalah rata kanan. Ini dapat di bedakan dengan hasil eksekusi pada contoh 3.2 yang rata kiri.

Manipulator setfill()

Manipulator setfill() berguna untuk mengatur karakter yang dipakai memenuhi bagian field yang ditentukan setw(), yang tidak dipakai untuk menampilkan data.

Untuk lebih jelas dapat melihat program berikut :

Contoh program :

//*-------------------------------------------------*

//* Contoh 3.4 : Pemakaian setfill() *

//*-------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <iomanip.h>

#include <conio.h>

void main()

{

float harga = 123.45

clrscr();

cout << “ setw(8) << harga << endl;

cout << setfill(‘*’) ; // Karakter pemenuh  *

cout << setw(8) << harga << endl;

}


Hasil eksekusi :
  • 123.45
  • **123.45
Pada program diatas 123.45 ditampilkan dengan lebar 8 karakter dan didahului oleh 2 karakter spasi. Apabila terdapat pernyataan setfill(‘*’) maka 2 karakter spasi diisi oleh karakter ‘ * ‘ .

Fungsi Pustaka c++

0 komentar
2.7. Fungsi Pustaka

Dalam melakukan operasi seperti memeperoleh akar kuadrat ataupun memeperoleh logaritma alamiah dari suatu nilai. Pada C++ memang tidak terdapat operator-operator yang khusus untuk melaksanakan operasi-oerasi seperti itu. Tetapi tidak berarti C++ tidak dapat melakukan operasi itu. C++ menyediakan sejumlah fungsi pustaka (library fuctions) yang dirancang untuk memenuhi solusi dari berbagai persoalan.

Misalkan kita akan menghitung sebuah akar kuadrat, pemrogram bisa menggunakan fungsi sqrt(). Seperti contoh program berikut :

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.7 : Pemakaian pustaka fungsi sqrt() *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

#include <math.h> // Perlu disertakan untuk funsi sqrt()

void main ()

{

clrscr();

cout << “Akar dari 27 = “ << sqrt(27) << ‘\n’;

}

Hasil eksekusi :
  • Akar dari 27 = 5.196152
Jika program ingin menggunakan fungsi pustaka, perlulah untuk mencatumkan deklarasi dari funsi bersangkutan. Untuk keperluan ini program mesti menyertakan baris :

#include <nama_file>

degan nama_file adalah nama header, yaitu file yang berakhiran .h. sebagai contoh program diatas menyertakan #include <math.h> disebabkan file header tersebut berisi deklarasi (prototipe) dari fungsi sqrt().

Operator Kondisi c++

0 komentar
2.5. Operator Kondisi

Operator kondisi biasa dipakai untuk mendapatkan sebuah nilai dari dua buah kemungkinan, berdasarkan suatu kondisi. Format pemakaiannya :

ungkapan1 ? ungkapan 2 : ungkapan 3

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.7 : Penggunaan operator kondisi untuk *

//* memperoleh bilangan terkecil *

//* diantara dua buah bilangan *

//*------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int bil1, bil2, minim;

clrscr();

bil1 = 53;

bil2 = 6;

minim = bil1 < bil2 ? bil1 : bil2;

cout << “ Bilangan terkecil = “ << minim << ‘\n’;

}

Hasil eksekusi :
  • Bilangan terkecil = 6
minim = bil1 < bil2 ? bil1 : bil2;

akan menyebabkan minim bernilai bil1 kalau ungkapan :

bil1 < bil2

bernilai benar. Untuk keadaan sebaliknya, minim akan bernilai bil2.

2.6. Ungkapan Kondisi

Ungkapan adalah ungkapan yang menjadi dasar bagi pernyataan berkondisi (misalnya if ). Hasil ungkapan berupa 1 kalau ungkapan bernilai benar dan ungkapan berupa 0 kalau ungkapan bernilai salah.

Oprator Relasi

Operator biasa digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Macam operator relasi dapat dilihat dalam tabel berikut :
Operator
Keterangan
==
Sama dengan (bukan penugasan)
!=
Tidak sama dengan
>
Lebih dari
<
Kurang dari
>=
Lebih dari atau sama dengan
<=
Kurang dari atau sama dengan

Contoh program :

//*------------------------------------------------*

//* Contoh 2.6 : untuk menunjukkan nilai *

//* hasil ungkapan kondisi *

//*------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int nilai;

clrscr();

nilai = 3 > 2 ; // hasil ungkapan : benar

cout << “Nilai = “ << nilai << endl;

nilai = 2 > 3 ; // hasil ungkapan : salah

cout << “Nilai = “ << nilai << endl;

}

Hasil eksekusi :
  • Nilai = 1
  • Nilai = 0
Agar tidak salah dalam menuliskan suatu ungkapan, pengetahuan tentang prioritas operator perlu diketahui.

Contoh 1 :

a = b = c

pada pernyataan diatas, operator yang dilibatkan ( = ) mempunyai sifat pengerjaan dimulai dari kanan. Berarti :

b = c

akan dikerjakan terlebih dahulu, barulah kemudian mengerjakan :

a = b

Contoh 2 : x = 2 * 3 * 4 ;

pada pernyataan diatas, 2 * 3 akan dikerjakan terlebih dahulu, barulah kemudian mengerjakan perkalian hasil 6 dengan 4. Adapun prioritas = lebih rendah dari *, maka 2 * 3 * 4 dikerjakan lebih dahulu. Selanjutnya hasilnya baru diberikan ke x.

Operator Majemuk c++

0 komentar
2.4. Operator Majemuk

Operator majemuk digunakan untuk memendekkan penulisan operasi penugasan semacam :

x = x + 2 ;

y = y * 4 ;

menjadi :

x += 2;

y *= 4;

Contoh program :

//*--------------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.5 : penggunaan operator majemuk *

//*--------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int x = 2; // Mula-mula x bernilai 2

clrscr();

cout << “x = “ << x << ‘\n’ ;

x += 3 ;

cout << “Setelah x += 3, x = “ << x << ‘\n’ ;

x *= 2 ;

cout << “Setelah x *= 2, x = “ << x << ‘\n’ ;

}

Hasil eksekusi :
  • x = 2
  • Setelah x += 3, x = 5
  • Setelah x += 3, x = 5

Operator Sisa Pembagian c++

0 komentar

2.2. Operator Sisa Pembagian


Operator sisa pembagian (operator modulus) yang berupa %. Operator ini diterapkan pada operand bertipe integer. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :

7 % 2  1
Sisa pembagian bilangan 7 dengan 2 adalah 1
6 % 2  0
Sisa pembagian bilangan 6 dengan 2 adalah 0
8 % 3  2
Sisa pembagian bilangan 8 dengan 3 adalah 2


Contoh program :

//*----------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.3 : Melihat sisi pembagian dengan *

//* menggunakan operator %. *

//*----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>


void main()

{

clrscr();

cout << 5 % 7 << ‘\n’; //sisa 5

cout << 6 % 7 << ‘\n’; //sisa 6

cout << 7 % 7 << ‘\n’; //sisa 0

cout << 8 % 7 << ‘\n’; //sisa 1

cout << 9 % 7 << ‘\n’; //sisa 2

}


Hasil eksekusi :
  • 5
  • 6
  • 0
  • 1
  • 2

Kegunaan operator % diantaranya bisa dipakai untuk menentukan suatu bilangan bulat termasuk ganjil atau genap.

2.3. Operator Penurunan dan Penaikan

Kedua operator ini digunakan pada operand bertipe bilangan bulat. Operator penaikan digunakan untuk menaikan nilai variabel sebesar satu, sedangkan operator penurunan dipakai untuk menurunkan nilai variabel sebesar satu. Sebagai contoh :

x = x + 1 ;

y = y – 1 ;

bisa ditulis menjadi :

++ x ;

-- y ;

atau :

x ++ ;

y -- ;

Penaikan dibelakang

Efek peletakkan tanda ++ dibelakang variabel ditunjukkan pada program berikut :

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.4 : Pemakaian operator penaikan di *

//* belakang variabel *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int r = 10;

int s;

clrscr();

s = 10 + r++ ;

cout << “ r = “ << r << ‘\n’ ;




cout << “s = “ << s << ‘\n’ ;


}

Hasil eksekusi :
  • r = 11
  • s = 20
Pada contoh diatas s diisi dengan penjumlahan nilai 10 dan r. Dengan demikian s akan bernilai 20. setelah s diisi dengan 20, nilai r baru dinaikan karena operator ++ ditulis dibelakang r. Disebut post-increment yang artinya dinaikkan dibelakang setelah penjumlahan anatara r dan 10 dilaksanakan.

Penaikan di Depan

Efek peletakkan tanda ++ di depan variabel ditunjukkan pada program berikut ini :

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.4 : Pemakaian operator penaikan di *

//* belakang variabel *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

int r = 10;

int s;

clrscr();

s = 10 + ++r ;

cout << “ r = “ << r << ‘\n’ ;

cout << “s = “ << s << ‘\n’ ;

}

Hasil eksekusi :
  • r = 11
  • s = 21
Pada contoh ini, nilai r mula-mula dinaikan terlebih dahulu karena operator ++ ditempatkan didepan r. Disebut pre-increment kemudian nilainnya dijumlahkan dengan 10 dan diberikan ke s. Dengan demikian s bernilai 21 dan r sama dengan 11.

Operator Aritmatika c++

0 komentar
2.2. Operator Aritmatika

Operator untuk aritmatika yang tergolong sebagai operator binary. Contoh penggunan operator aritmatikamisalnya untuk memperoleh nilai diskriminan darisuatu persamaan kuadrat.

d = b2 – 4ac

untuk mengimplementasikan contoh diatas adalah seperti berikut :

d = b * b – 4 * a * c ;

Contoh program :

//*-----------------------------------------------------------*

//* contoh 2.1 : Contoh pemakaian operator *

//* Aritmatika *

//*-----------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>




void main()

{

int a, b, c, d;

clrscr();

a = 5;

b = 600;

c = 5;



d = b * b – 4 * a * c;

cout << “ d = “ << d << ‘\n’;

}

Hasil eksekusi :
  • d = 32220
Operator aritmatika mempunyai prioritas pengerjaan. Prioritas yang tinggi akan diuatamakan dalam hal pengerjaan dibandingkan dengan operator yang memiliki prioritas yang lebih rendah. Urutan prioritas dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Operator
Prioritas
+ -- (Khusus yang berkedudukan
sebagai awalan)
Tertinggi
- ( Unary Minus )

* / %

+ -
Terendah

Jika operator memiliki prioritas yang sama, operator sebelah kiri akan diutamakan untuk dikerjakan terlebih dahulu.

Tanda kurung biasa digunakan untuk merubah urutan pengerjaan. Misalnya : x = ( 2 + 3) * 2 ;

akan memeberikan nilai 10 ke x, sebab 2 + 3 dikerjakan terlebih dahulu dan hasilnya baru dikalikan dengan 2.

Contoh program :

//*---------------------------------------------------------------*

//* Contoh 2.2 : Penggunaan kurung untuk mengatur *

//* prioritas pengerjaan terhadap suatu *

//* operasi *

//*---------------------------------------------------------------*

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main()

{

clrscr()

int x ;

x = 2 + 3 * 2 ;

cout << “ x = “ << x << ‘\n’;

x = (2 + 3) * 2 ;

cout << “ x = “ << x << ‘\n’;

}

Hasil eksekusi :
  • 8
  • 12




Operator & Ungkapan c++

0 komentar

2.1. Pengantar Operator dan Ungkapan


Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi. Sebagaian operator C++ tergolong sebagai operatorbinary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua buah nilai (operand).

Contoh :

a + b

simbol “ + “ merupakan operand untuk melakukan penjumlahan dari a dan b. Karena operator penjumlahan melibatkan dua operand, operator penjumlahan tergolong sebagai operator binary.

Contoh lain :

-c

simbol “ – “ (minus) merupakan unary, karena hanya memiliki sebauh operand (yaitu c pada contoh diatas).

Ungkapan (ekspresi) dalam C++ dapat berupa :
  • Pengenal
  • Konstanta
  • Diantara kombinasi elemen diatas denan operator

Contoh ungkapan :

3 + 2 - 1

Pada ungkapan diatas, 3,2 dan 1 merupakan operand dan simbol “ + “ serta “ – “ adalah operator. Nilai ungkapan sendiri adalah hasil penjumlahan 3 dan 2, dikurangi 1.